MANADO, CorongMasyarakat.com — Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Sulawesi Utara menegaskan pentingnya menjaga etika publik di ruang digital sebagai bagian dari upaya memperkuat stabilitas daerah.
Wakil Ketua FKDM Sulut, Meyvo Rumengan, SE, menyampaikan bahwa arus informasi yang semakin terbuka harus diimbangi dengan kedewasaan masyarakat dalam menyaring dan menyikapi setiap konten yang beredar.
Menurut Meyvo, ruang digital bukan sekadar sarana komunikasi, tetapi juga menjadi cerminan kualitas berpikir dan beretika masyarakat. Karena itu, penggunaan media sosial harus diarahkan pada hal-hal yang membangun, edukatif, serta memperkuat persatuan.
“Etika publik harus tetap menjadi pijakan utama dalam setiap interaksi di ruang digital. Kebebasan berekspresi tidak boleh lepas dari tanggung jawab moral dan sosial,” ujar Meyvo.
Ia menegaskan bahwa stabilitas daerah sangat dipengaruhi oleh cara masyarakat berkomunikasi, termasuk dalam menyampaikan pendapat di ruang publik. Narasi yang tidak terkelola dengan baik berpotensi menimbulkan kesalahpahaman hingga memperkeruh suasana kebersamaan.
FKDM, lanjut dia, memiliki peran strategis dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan sosial, termasuk yang bersumber dari penyalahgunaan media digital. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat terus diperkuat agar tercipta ruang komunikasi yang sehat dan produktif.
“Menjaga kondusivitas daerah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Kesadaran kolektif inilah yang harus terus dibangun,” tegasnya.
Meyvo juga menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus Komaling (YSK), yang dinilai konsisten mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang berwibawa serta komunikasi publik yang beretika.
Menurutnya, kepemimpinan yang kuat dan responsif menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan arah pembangunan daerah berjalan dengan baik.
“Sinergi antara pemerintah dan masyarakat harus terus diperkuat. Dengan komunikasi yang sehat dan beretika, pembangunan daerah akan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” kata Meyvo.
Ia menutup dengan mengingatkan bahwa ruang digital harus dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat nilai-nilai kebersamaan, bukan sebaliknya.
“Gunakan ruang digital untuk hal-hal yang mencerahkan dan mempererat persatuan. Di situlah kualitas kita sebagai masyarakat diuji,” pungkasnya.
( Don )






