Kartini Meity Lumi: “Kami Tak Sekadar Membangun Dinding, Tapi Menumbuhkan Harapan”
MINSEL, CorongMasyarakat.com ━ Di halaman sederhana SLB Negeri Amurang, deru mesin dan denting palu kini bersahutan dengan tawa anak-anak yang setiap hari belajar menaklukkan keterbatasan. Di antara debu semen dan wangi cat baru, ada denyut semangat baru yang sedang bertumbuh — semangat sebuah bangsa yang tidak melupakan mereka yang istimewa. Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKPLK), Kemendikbudristek, menjadi bukti bahwa negara masih hadir — bukan hanya di papan nama dan plang proyek, tetapi di hati para guru yang mengabdi dengan kasih.
Kepala Sekolah SLB Negeri Amurang, Kartini Meity Lumi, S.Pd, berbicara dengan mata yang memantulkan optimisme. “Pekerjaan revitalisasi ini sudah mencapai lebih dari 60 persen dan kami yakin akan rampung pada pertengahan Desember 2025,” ujarnya, Kamis, (30/10/2025). Dengan total bantuan dana Rp1.239.146.000 dari APBN Tahun Anggaran 2025, sekolah ini tengah merehabilitasi enam ruang kelas, satu ruang besar, ruang serbaguna, ruang UKS, serta membangun dua unit toilet baru yang ramah difabel. Semua berjalan sesuai juknis, spesifikasi, dan dengan tenaga kerja lokal — karena membangun sekolah ini berarti juga memberdayakan masyarakat sekitar.
Di bawah koordinasi Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), seluruh pekerjaan berjalan terukur dan transparan. “Kami memastikan setiap rupiah terserap sesuai kebutuhan pekerjaan, dengan kualitas yang terbaik untuk anak-anak kami,” tambah Lumi. Baginya, keberhasilan proyek ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tapi juga tentang merawat martabat — karena setiap ruang yang direnovasi adalah ruang tumbuh bagi masa depan anak-anak istimewa.
[ Don ]






