BPJN Sulut Tak Tinggal Diam, Perbaikan Jalan Nasional di Minsel Berjalan Bertahap

Uncategorized16429 Dilihat

Kasatker PJN Wilayah I Sulut memastikan keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama jelang arus mudik.

MINSEL, CorongMasyarakat.com ━ Menanggapi perhatian masyarakat terhadap kondisi jalan nasional di Kabupaten Minahasa Selatan, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Utara menegaskan bahwa penanganan jalan rusak terus dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan keselamatan pengguna jalan sebagai prioritas utama.

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Sulawesi Utara, Ir. Ringgo Radetyo, menyampaikan bahwa setiap laporan masyarakat menjadi dasar gerak cepat tim di lapangan. Penanganan difokuskan pada titik-titik rawan kecelakaan melalui pekerjaan penambalan dan pemeliharaan rutin, terutama di ruas strategis Trans Sulawesi.

“Untuk ruas jalan nasional di wilayah yang saya tangani, sudah ada beberapa titik yang kami turunkan tim untuk dilakukan penambalan sementara,” ujar Ringgo.
Ia menambahkan, “Kami berharap masyarakat dapat membantu melaporkan jika mendapati jalan nasional yang rusak dan berlubang. Kami akan langsung turun ke lokasi untuk secepatnya melakukan perbaikan.”

Tim lapangan BPJN Sulut menangani titik jalan berlubang demi keselamatan pengguna jalan di wilayah Minahasa Selatan. (Dok.CorongMasyarakat.com)

Ringgo juga menegaskan komitmen BPJN Sulut dalam menjalankan amanah pemerintah pusat. “Terima kasih atas pemberitaan yang berimbang dan faktual. Apa yang kami lakukan di lapangan adalah bagian dari komitmen BPJN Sulut untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan menjalankan amanah pemerintah pusat secara bertanggung jawab,” katanya.

Menjelang arus mudik, BPJN Sulut menggenjot pemeliharaan jalan nasional di Minahasa Selatan. Tantangan geografis, curah hujan, dan beban kendaraan berat membuat penanganan dilakukan bertahap agar hasilnya berkelanjutan. Dalam konteks itu, kritik publik diterima sebagai masukan, namun dijawab dengan kerja nyata di lapangan—bukan sekadar pernyataan.

Pantauan di sejumlah lokasi menunjukkan aktivitas perbaikan di ruas-ruas prioritas, termasuk Desa Pakuweru, Desa Sapa, Desa Aergale hingga arah Desa Ongkaw. Ruas-ruas ini sebelumnya dikeluhkan warga karena berlubang dan membahayakan pengendara roda dua, roda empat, hingga angkutan umum.

Dukungan warga pun menguat. Novri Pua, warga Minahasa Selatan, mengatakan pihaknya melihat langsung respons cepat BPJN Sulut. “Kami sangat senang dengan apa yang sudah dilakukan BPJN Sulut, khususnya Kasatker PJN Wilayah I Sulawesi Utara Ir. Ringgo Radetyo. Beliau peka terhadap keluhan masyarakat dan merespons dengan aksi nyata. Jalan yang sebelumnya rusak parah dan membahayakan kini sudah ditangani,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Poigar Dua, Ampel Rondonuwu. “Terima kasih kepada Kasatker PJN Wilayah I Sulawesi Utara Ir. Ringgo Radetyo yang sudah memperbaiki jalan rusak di wilayah kami,” kata Ampel.

BPJN Sulut menegaskan fokus utamanya adalah keselamatan pengguna jalan. Lembaga ini tidak bekerja reaktif, melainkan menjalankan pemeliharaan jalan nasional secara terencana, bertahap, dan akuntabel. Dengan pendekatan itu, BPJN Sulut berharap publik memperoleh gambaran yang utuh bahwa penanganan jalan nasional di Minahasa Selatan terus berjalan dan menjadi prioritas.

Ringgo menutup dengan apresiasi kepada media. “Terima kasih kepada media yang melakukan pantauan langsung di lapangan dan menyampaikan informasi secara berimbang, sehingga masyarakat mendapatkan gambaran yang utuh terkait kerja BPJN Sulut,” ujarnya.

(Om Lole)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *