Desa Elusan di Bawah Langit Syukur: 98 Tahun Meniti Jejak, Menjaga Warisan

Berita, MINSEL10905 Dilihat

Hukum Tua Charles Turangan Menyatukan Warga dalam Ibadah dan Pesta Rakyat, Menyulam Sejarah dengan Rasa Syukur dan Persaudaraan

MINSEL, CorongMasyarakat.com ━ Di bawah langit yang teduh dan ungkapan doa yang naik bersama lagu pujian, Desa Elusan seolah kembali menulis ulang kisahnya sendiri. Dari jaga satu hingga jaga enam, gema nyanyian syukur berpadu dengan irama musik dan tawa rakyat — menandai genapnya usia ke-98 tahun Desa Elusan, sang desa tua yang tetap muda di hati warganya.
Suasana di Balai Pertemuan Umum (BPU) sore itu bukan sekadar seremoni, melainkan napas sejarah yang dihidupkan kembali. Di hadapan ratusan warga, hadir pula para tokoh masyarakat, hamba-hamba Tuhan, dan jajaran pemerintah kecamatan Amurang Barat. Firman disampaikan Pdt. Octavianus Worung, S.Th., sementara hati seluruh warga bergetar dalam satu nada: syukur yang tulus.

Namun di balik kesyahduan itu, tampak sosok yang menjadi poros harmoni—Charles Turangan, SE, Hukum Tua Desa Elusan. Dalam sambutan yang berbalut kebanggaan, ia menuturkan bahwa jejak Elusan sesungguhnya jauh lebih tua dari angka 98. Sejak tahun 1770-an, benih kehidupan telah tumbuh di tanah ini, namun baru pada hampir seabad silam sejarahnya diresmikan. Dengan suara bergetar, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh perangkat desa, tokoh gereja, dan masyarakat yang bergandengan tangan menyukseskan perayaan ini. “Sejarah bukan untuk dihafal, tapi untuk diteruskan,” ujarnya penuh makna.
Dan setelah doa terakhir terucap, malam pun berganti ritme—menjadi pesta rakyat, dengan denting musik Rommy Roso yang mengalun di antara lampu-lampu yang menari di langit Elusan.

[ Don ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *