Dari Kairagi hingga Likupang, Aspal Diperbarui dan Harapan Dipulihkan: Langkah Sunyi BPJN Sulut

Berita, BPJN, SULUT19728 Dilihat

Di balik lalu lintas yang terus bergerak, tim BPJN Sulut bekerja menjaga nadi konektivitas Sulawesi Utara

SULUT, CorongMasyarakat.com — Di balik deru kendaraan yang setiap hari melintasi jalur utama Sulawesi Utara, ada kerja sunyi yang jarang terlihat publik. Aspal yang diperbarui, lubang yang ditutup, dan jalur yang dipastikan tetap aman dilalui—semuanya adalah bagian dari upaya menjaga nadi konektivitas wilayah.

Di sejumlah ruas strategis, mulai dari kawasan Kairagi, Airmadidi, Kauditan hingga menuju Kota Bitung dan kawasan pariwisata Likupang, tim lapangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Utara terus bergerak melakukan pekerjaan preservasi jalan nasional.

Program pemeliharaan tersebut merupakan bagian dari paket pekerjaan Preservasi Jalan BTS Kota Manado – MORR – Kairagi – Airmadidi – Kauditan – BTS Kota Bitung, Dalam Kota Bitung, Jalan Akses Lolakupang, Akses Tol Airmadidi, Wori–Likupang – Girian, serta Kairagi – Mapanget Prime Coat No.37.

Bagi sebagian orang, pekerjaan ini mungkin tampak seperti rutinitas teknis. Namun bagi masyarakat yang setiap hari melintas, kondisi jalan yang terawat menjadi jaminan keselamatan dan kelancaran aktivitas ekonomi.

Di lapangan, koordinasi pekerjaan tersebut berada di bawah tanggung jawab Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Sulawesi Utara, Ir. Ringgo Radetyo.

Menurutnya, pemeliharaan jalan nasional merupakan tugas berkelanjutan yang dilakukan secara bertahap dan berbasis prioritas keselamatan pengguna jalan.

“Perawatan dan preservasi jalan nasional adalah bagian dari tanggung jawab kami untuk memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga. Tim di lapangan terus bekerja melakukan penanganan di titik-titik yang membutuhkan perbaikan,” ujar Ringgo.

Ia juga menegaskan bahwa BPJN Sulut membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan apabila menemukan kerusakan jalan nasional di lapangan.

“Kami sangat terbuka terhadap laporan masyarakat. Jika ditemukan jalan nasional yang rusak atau berlubang, silakan disampaikan kepada kami. Tim akan segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan,” katanya.

Di tengah mobilitas yang terus meningkat, terutama menjelang berbagai aktivitas ekonomi dan perjalanan masyarakat, keberadaan jalan yang aman menjadi kebutuhan utama.

Tidak sedikit warga yang merasakan langsung manfaat dari perbaikan dan pemeliharaan jalan yang dilakukan oleh BPJN Sulut.

Salah satunya disampaikan oleh seorang warga Minahasa Utara, Andry Lumenta, yang sehari-hari menggunakan jalur tersebut untuk aktivitas kerja.

“Kami melihat ada perbaikan di beberapa titik jalan yang sebelumnya rusak. Tentunya kami sebagai pengguna jalan merasa lebih aman. Terima kasih kepada BPJN Sulut yang sudah melakukan perbaikan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Yuliana Sondakh, yang mengapresiasi kerja tim lapangan dalam menjaga kondisi jalan nasional.

“Jalan ini sangat penting bagi aktivitas masyarakat. Ketika ada perbaikan, kami sangat bersyukur karena perjalanan menjadi lebih nyaman dan aman,” katanya.

Di tengah arus kendaraan yang tak pernah berhenti, pekerjaan preservasi jalan memang sering berlangsung tanpa sorotan. Namun justru dari kerja-kerja yang tenang itulah, konektivitas wilayah tetap terjaga.

Aspal yang diperbarui bukan sekadar lapisan hitam di atas tanah. Ia adalah jalur harapan—menghubungkan kota, desa, aktivitas ekonomi, serta perjalanan masyarakat setiap hari.

Dan di balik jalur-jalur itu, kerja sunyi para petugas jalan terus berlangsung, memastikan roda kehidupan di Sulawesi Utara tetap berputar.

(Om Lole)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *