Aroma Kopi, Hangatnya Persahabatan: Rumah Kopi K7, Oase Cita Rasa di Jalur Trans Sulawesi

Dari secangkir kopi susu hingga Biapong dan Pia legendaris, Rumah Kopi K7 karya tangan hangat Ibu Ester Pangkey menjadi ruang singgah yang menyatukan lelah dan tawa di tepi jalan Desa Kapitu.


MINSEL, CorongMasyarakat.com ━ Di bawah cahaya lampu jalan yang temaram, aroma kopi susu menyeruak lembut dari sebuah bangunan sederhana di tepi jalur Trans Sulawesi—Rumah Kopi K7. Bukan sekadar tempat melepas penat, melainkan ruang keakraban di mana tawa sopir lintas provinsi, mahasiswa, dan para pencinta kuliner berpadu dalam satu suasana yang penuh cerita. Di sinilah, sejak tahun 2017, secangkir kopi hitam dan semangkuk mie cakalang menjadi saksi perjalanan mereka yang singgah, beristirahat, lalu kembali melanjutkan langkah dengan hati yang hangat.

Ket foto: Dari kopi susu, mie cakalang, hingga Biapong dan Pia — semua ada di sini, di jantung jalur Trans Sulawesi. (Dok. Corong masyarakat.com)

Di balik aroma harum itu, berdiri sosok Ibu Ester Pangkey, pemilik yang dengan ketulusan melayani setiap tamu seperti keluarga sendiri. Ia tidak sekadar meracik kopi, tetapi meracik suasana. Di Rumah Kopi K7, rasa dan keramahan berpadu jadi identitas. Biapong dan Pia-nya yang lembut, kopi susunya yang otentik, dan daftar menu yang merakyat, menjadikan tempat ini bukan hanya kedai, tapi sebuah kisah tentang cinta pada cita rasa lokal. Tak heran, siapa pun yang melintasi Kapitu pasti mengenal satu nama yang melekat di ingatan: K7 — di sini kopi bukan sekadar minuman, tapi perasaan yang diseduh dengan hati.

[ Don ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *