Senator BAN Liow dan Bulog SulutGo Gelar Pasar Murah Jelang Natal dan Tahun Baru di 15 Kabupaten/Kota Sulut

Negara Bersama Rakyat: Menjaga Kestabilan Pangan Menjelang Nataru


Manado,CorongMasyarakat.com ━ Rabu (17/12/2025) – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Gerakan Pasar Murah (GPM) hadir sebagai bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Di tengah kekhawatiran masyarakat akan lonjakan harga pangan, program ini hadir sebagai penyejuk hati sekaligus solusi praktis.

Bertempat di Kantor DPD RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara, tumpukan beras SPHP, minyak goreng KITA, dan gula pasir tersusun rapi. Lebih dari sekadar komoditas, mereka adalah simbol kepedulian dan keterpanggilan hati pemerintah untuk menjaga dapur rakyat tetap aman. Kegiatan ini digelar serentak di 15 kabupaten/kota se-Sulawesi Utara, sebagai upaya konkret menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Natal dan Tahun Baru.

Gerakan ini diinisiasi dan didukung penuh oleh Senator Ir. Stefanus B.A.N. Liow, M.A.P., Anggota DPD RI Komite II yang membidangi urusan pangan dan ekonomi daerah, bekerja sama erat dengan Bulog SulutGo, pemerintah daerah, kecamatan, desa, serta elemen masyarakat.

“Jangan dilihat dari besar kecilnya subsidi. Ini adalah bentuk diakonia—kepedulian dan keterpanggilan hati dalam menyambut Natal dan Tahun Baru. Pemerintah, termasuk kami di DPD RI, hadir bersama rakyat,” tegas Senator BAN Liow.

Senator Liow menekankan bahwa gerakan ini lahir dari kebijakan nasional yang diwujudkan secara nyata melalui sinergi lintas sektor di daerah, sehingga rakyat merasakan manfaatnya secara langsung.

Senator BAN Liow bersama Ermin Tora dari Bulog SulutGo dan tokoh masyarakat memastikan Gerakan Pasar Murah menjangkau warga Sulawesi Utara. Sinergi ini menjaga dapur rakyat tetap aman menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (Foto/dok: Corong masyarakat.com)

Ermin Tora, Pimpinan Wilayah Bulog SulutGo, menegaskan bahwa Gerakan Pasar Murah berlangsung di 32 titik, mencakup 12 kabupaten/kota pada tahap awal, dan 3 daerah lainnya akan menyusul.

“Bulog SulutGo menjalankan amanat pemerintah untuk menyalurkan Cadangan Pangan Nasional. Beberapa waktu lalu, saya menyampaikan hal ini langsung di hadapan Bapak Gubernur, sejumlah kepala daerah—Bupati, Wakil Bupati, Walikota—serta para pimpinan di daerah ini. Untuk periode Oktober–November, setiap keluarga menerima total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Ini merupakan kali pertama bantuan pangan mencakup minyak goreng sebagai kebutuhan strategis,” jelas Ermin Tora.

Dengan suara mantap dan data yang jelas, Ermin Tora menegaskan bahwa stok beras di gudang Bulog SulutGo saat ini mencapai 21 ribu ton. Angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan penegasan bahwa masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo tidak perlu khawatir memasuki Natal dan Tahun Baru hingga Maret 2026. Penyaluran beras CBP melalui program SPHP dan Bantuan Pangan terus digerakkan—seperti denyut nadi yang tak pernah berhenti menjaga kehidupan masyarakat.

“Saya juga mengapresiasi langkah dan kerja keras Bapak Senator BAN Liow yang menginisiasi kegiatan hari ini,” tuturnya penuh hormat.

Apresiasi pun datang dari berbagai elemen masyarakat. Brian Janny Waleleng, S.H., M.Kn., Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Manado, menyebut gerakan ini sebagai bukti nyata kolaborasi lintas kelembagaan yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

“Kami menyambut dengan penuh sukacita Gerakan Pasar Murah ini. Inisiatif Senator BAN Liow sangat membantu masyarakat Manado dan menjaga inflasi daerah tetap terkendali. Ini bentuk kehadiran negara yang dirasakan langsung,” ujar Brian.

Tokoh masyarakat Ventje Pinontoan berharap program ini dapat digelar hingga tingkat kelurahan, agar manfaatnya semakin luas dan menyentuh setiap lapisan masyarakat.

Warga yang hadir pun menyampaikan rasa syukur mereka. Linda Girot, salah satu penerima manfaat, berkata:

“Kami senang dan bersyukur. Harga beras, minyak, dan gula sangat terjangkau. Terima kasih Pak Senator BAN Liow, terima kasih Pak Ermin Tora dan Bulog SulutGo. Kami merasa diperhatikan,” ucapnya sambil menggenggam belanjaan.

Di titik ini, Gerakan Pasar Murah bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi perayaan kepedulian dan kehadiran negara. Kolaborasi harmonis antara wakil rakyat, pemerintah daerah, dan Bulog menghadirkan Natal yang damai dan Tahun Baru yang optimis bagi seluruh masyarakat Sulawesi Utara.

[ Don ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *