Ketegasan kuasa hukum mengupas batas perkara, masa daluarsa, hingga pagar yuridis yang dianggap menggantung tanpa batang hidung kepastian.
Manado, CorongMasyarakat.com ━ Aroma ketegangan langsung terasa begitu pintu ruang sidang terbuka—semacam desau panas yang mengabarkan bahwa hari itu bukan sidang biasa. Di hadapan majelis, Noch Sambouw berdiri tenang, seolah tahu bahwa permainan pasal yang dipaksakan kepadanya akhirnya menemukan lawannya. Jaksa membawa ahli, tetapi yang menggelegar justru kritik keras dari kubu pembela yang menolak tunduk pada tafsir hukum yang dinilai setengah matang.
Begitu ahli memaparkan keterangannya, kuasa hukum bergerak cepat, membedah isi BAP bagaikan menyingkap kain lusuh yang lama digantung tanpa kejelasan. Mereka menghantam langsung ke jantung persoalan: Pasal 167 KUHP bicara soal rumah dan pekarangan tertutup—bukan kebun, bukan lahan terbuka yang sejak awal menjadi objek sengketa. “Jangan sampai pasal dipaksa memeluk sesuatu yang tidak pernah disebutkan,” tegas mereka, menepis istilah pagar yuridis yang dinilai menggantung tanpa batang hidung fakta, apalagi ketika BPN sendiri disebut tak tahu persis batas-batasnya.

Ket foto: Noch Sambouw menyampaikan pernyataan di hadapan wartawan saat konferensi pers, menegaskan sikap dan penjelasan hukum terkait pembongkaran unsur Pasal 167 dalam perkara yang tengah bergulir, Kamis (11/12/2025). (Dok.CorongMasyarakat.com)
Suasana tambah mendidih ketika riwayat perkara 1999 dan 2019 dilemparkan ke arena, seolah hendak membentuk bayangan residivis pada para terdakwa. Namun kuasa hukum Noch Sambouw memukul balik: perkara lama sudah divonis bebas, objeknya sama, asasnya sama, dan masa daluarsanya—menurut KUHP—sudah lewat lebih dari tujuh tahun. “Kalau hukum punya batas waktu, jangan pura-pura lupa,” ujar pembela, menyentil ketidakteraturan pemanggilan saksi yang bahkan dialamatkan ke tempat yang salah. Satu per satu, lapisan perkara ini dipreteli hingga terlihat jelas: ada yang dipaksa hidup kembali, padahal harusnya sudah lama dikubur oleh aturan.
[Om Lole]






