TUTUYAN, CorongMasyarakat.com – Satuan Reserse Narkoba Polres Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mengungkap peredaran narkotika jenis sabu yang diduga melibatkan jaringan lintas wilayah, sepekan setelah peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Dalam rangkaian penindakan pada 7–8 Juli 2026, polisi mengamankan lima terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti, termasuk 10 paket sabu.
Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan mengatakan, pengungkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas transaksi narkotika di kawasan pertambangan Desa Paret, Kecamatan Kotabunan.
“Informasi yang kami terima langsung ditindaklanjuti melalui penyelidikan. Tim bergerak cepat hingga berhasil mengamankan pelaku awal,” kata Kapolres, Kamis (9/7/2026).

Pada Selasa malam, petugas mengamankan tiga pria berinisial ZS, AR, dan K di lokasi pengolahan batuan emas. Dari penangkapan itu, penyidik melakukan pengembangan untuk menelusuri asal barang dan jaringan yang terlibat.
Pengembangan mengarah ke Kabupaten Minahasa Tenggara. Seorang pria berinisial DW diamankan di Ratatotok dengan dua paket sabu yang disembunyikan di dalam telepon genggam.
Selanjutnya, polisi menangkap seorang pria berinisial RT di Desa Kalait. Dari tangan RT, petugas menyita tujuh paket sabu serta uang tunai yang diduga terkait transaksi.
Total lima orang diamankan dalam kasus ini. Selain sabu, polisi juga menyita telepon genggam, alat hisap, serta sejumlah barang lain yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana narkotika.
Kapolres menegaskan, pengungkapan ini mencerminkan kerja berkelanjutan jajaran Polres Boltim dalam menjaga keamanan wilayah, khususnya dari ancaman peredaran narkotika.
“Ini bagian dari komitmen kami untuk melindungi masyarakat. Penindakan dilakukan secara terukur dan akan terus dikembangkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan lintas daerah dalam kasus ini menjadi perhatian serius aparat, sehingga penanganan dilakukan dengan pendekatan penyidikan yang berlapis.
Polres Boltim juga mengapresiasi peran masyarakat yang memberikan informasi awal sehingga kasus ini dapat diungkap.
Saat ini, seluruh terduga pelaku menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Boltim. Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terkait.
Pengungkapan ini menjadi penegasan bahwa upaya pemberantasan narkotika tetap berjalan konsisten, tidak hanya dalam momentum peringatan, tetapi juga dalam kerja sehari-hari aparat penegak hukum.
(Om_Lole)






