Melayani Bukan Sekadar Seremonial: Api Iman yang Tak Padam di Tubuh GMIM

Berita, GMIM, Manado10178 Dilihat

Pnt. Reza Rumambi dan Makna Sejati Gereja yang Hidup, Melayani, dan Menjadi Terang di Tengah Dunia

Manado, CorongMasyarakat.com ━ Perayaan boleh berlalu, namun nilai yang dikandungnya tak pernah basi. Di tengah hiruk pikuk dunia yang semakin berlari cepat, Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) tetap berdiri sebagai mercusuar rohani — menebar terang kasih Kristus yang tak pernah padam. Seperti ditulis oleh Pnt. Reza Rumambi, Sekretaris Komisi Pelayanan P/KB GMIM, dalam sebuah refleksi yang menggugah: “Gereja Masehi Injili di Minahasa, pengemban misi Kristus bagi dunia; Gereja yang esa, kudus, am, dan rasuli. Meski badai gelombang menghadang, maju terus demi kemuliaan-Nya.” Kalimat itu bukan sekadar kutipan, melainkan napas iman yang menjadi denyut kehidupan pelayanan GMIM dari generasi ke generasi.

Pnt. Reza Rumambi menegaskan bahwa pelayanan sejati bukan diukur dari kemeriahan ibadah perayaan, melainkan dari kesetiaan menabur kasih di tengah dunia yang haus akan terang. Ia mengajak seluruh warga GMIM untuk tidak berhenti pada seremoni HUT gereja, tetapi menjadikannya momentum pembaruan rohani — memperbarui komitmen untuk “bersekutu, bersaksi, dan melayani” dengan ketulusan. I Love GMIM, I Love Jesus, tulisnya sederhana, namun sarat makna: sebuah ikrar iman yang melampaui waktu, meneguhkan bahwa gereja bukan hanya bangunan, melainkan kehidupan yang terus bergerak bagi kemuliaan Kristus.

[ Don ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *