Boltim Bebas Frambusia, Bukti Penguatan Sistem Kesehatan Daerah Berjalan Efektif

Berita, Boltim, SULUT76978 Dilihat

Gubernur Sulut menyerahkan sertifikat pada HKN Ke-61, mengapresiasi komitmen Pemkab Boltim dan kinerja tenaga kesehatan di lapangan.

MANADO, CorongMasyarakat.Com – Upaya panjang Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dalam menekan penyakit tropis terabaikan akhirnya berbuah capaian penting. Pada puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-61, Boltim resmi menerima Sertifikat Bebas Frambusia dari Kementerian Kesehatan RI. Sertifikat tersebut diserahkan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, kepada Kepala Dinas Kesehatan Boltim, dr. Minarni Manoppo, yang hadir mewakili Bupati Boltim, Oskar Manoppo, di Aula Mapalus, Selasa (25/11/2025).

Status bebas frambusia tidak hanya menjadi pengakuan atas terkendalinya penyakit kulit menular yang disebabkan bakteri Treponema pertenue, tetapi juga cerminan meningkatnya efektivitas layanan kesehatan di daerah. Dinas Kesehatan Boltim dinilai berhasil memastikan deteksi dini, pengobatan tuntas, hingga penguatan edukasi masyarakat. “Ini adalah hasil kerja kolektif seluruh tenaga kesehatan dan dukungan pemerintah daerah,” ujar dr. Minarni, yang kepemimpinannya turut mempercepat peningkatan mutu pelayanan kesehatan dasar.

Momentum tersebut semakin lengkap dengan diterimanya penghargaan bagi ASN Boltim, Paramitha Lobud, sebagai Tenaga Kesehatan Teladan Provinsi Sulut Tahun 2025 kategori Inovasi Tanpa Henti. Di hadapan jajaran Forkopimda, kepala daerah se-Sulut, serta seluruh pemangku kepentingan bidang kesehatan, Boltim menegaskan posisi sebagai daerah yang konsisten membangun sistem kesehatan yang tangguh dan inklusif—sebuah capaian yang diharapkan menjadi motivasi berkelanjutan bagi Pemkab untuk menjaga lingkungan tetap sehat dan bebas penyakit menular.

[Novi]*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *