FSBSI Manado Finalisasi Pengurus, Tegaskan Komitmen Perjuangan Buruh

Rapat DPC FSBSI Kota Manado menata ulang kepengurusan demi organisasi yang solid, aktif, dan berorientasi pada kesejahteraan buruh.


CorongMasyarakat.com, Manado, Jumat (16/1) — Dewan Pimpinan Cabang Federasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPC FSBSI) Kota Manado menggelar rapat finalisasi kepengurusan di Perum Percetakan Negara, Tikala. Rapat ini menjadi momentum konsolidasi penting dalam memperkuat struktur organisasi, sekaligus memastikan seluruh pengurus memiliki komitmen nyata dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan buruh di Kota Manado.

Ketua DPC FSBSI Kota Manado, John Pade, menegaskan bahwa forum tersebut secara mufakat menyepakati penyegaran kepengurusan melalui mekanisme evaluasi keaktifan. Pengurus yang dinilai tidak responsif, tidak hadir tanpa alasan jelas, serta tidak menunjukkan keseriusan dalam menjalankan mandat organisasi, dinyatakan mengundurkan diri dan digantikan oleh pengurus baru. Keputusan ini disaksikan dan disetujui Ketua Koordinator Wilayah FSBSI Sulawesi Utara, Lucky CH Sanger, serta seluruh peserta rapat yang hadir. Langkah tersebut diambil demi memastikan FSBSI dikelola secara profesional, disiplin, dan bertanggung jawab.

“Kami ingin FSBSI di Kota Manado diisi oleh orang-orang yang benar-benar siap bekerja, hadir, dan berjuang bersama buruh. Organisasi ini bukan sekadar nama, tetapi wadah perjuangan yang harus dijalankan dengan tanggung jawab dan ketulusan,” ujar John Pade.

Sementara itu, Lucky CH Sanger yang juga Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara Bidang Perburuhan menyampaikan bahwa hasil finalisasi ini akan segera dibawa ke Jakarta pada Sabtu (17/1) untuk proses administrasi lanjutan, termasuk pembaruan data kepengurusan dan penerbitan Kartu Tanda Anggota serta Kartu Tanda Pengurus. Ia menilai semangat baru yang tercermin dalam rapat tersebut menjadi fondasi penting bagi FSBSI untuk memperkuat perannya sebagai mitra strategis pekerja dan pemerintah, khususnya dalam membangun iklim ketenagakerjaan yang adil dan berkelanjutan di Sulawesi Utara.

Ia berharap kepengurusan baru mampu menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak buruh, memperkuat advokasi ketenagakerjaan, serta membangun kepercayaan publik terhadap FSBSI sebagai organisasi buruh yang kredibel dan solutif.

“Penataan ini penting agar FSBSI berjalan efektif dan memiliki daya juang. Kami ingin pengurus yang aktif, solid, dan memiliki integritas dalam memperjuangkan kesejahteraan buruh,” kata Lucky CH Sanger.

Ia menaruh harapan besar agar FSBSI Manado mampu bersinergi dengan pemerintah daerah dan dunia usaha, sekaligus menjadi mitra kritis yang konstruktif dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan di Sulawesi Utara.

Rapat tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat. Para pengurus yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi, menandai tekad bersama untuk membangun FSBSI sebagai organisasi yang solid, berdaya, dan konsisten memperjuangkan kesejahteraan buruh secara bermartabat.

Sebagai penutup rapat finalisasi tersebut, forum juga mencatat kehadiran sekaligus penetapan jajaran pengurus yang akan mengemban amanah perjuangan FSBSI DPC Kota Manado ke depan. Mereka yang hadir dan resmi masuk dalam susunan kepengurusan adalah Stevanus Hilimi, Rukmiini Lahay, Bachrun Bachtiar, Agus Nelwan, Rhein Lombogia, Donny Liow (Om Lole), Vera Gosal, Yunny Wahyuni Srikandi, Olga Suoth, Johan Ray Anthe, Jemy Wuwungan, Jultje Nabing, Norma Rompas, Novita Rumagit, Danny Rompis, Zeth Natan, Rosalina Sangkaeng, dan Jane Andresen. Dengan komposisi ini, FSBSI Kota Manado menegaskan tekad untuk melangkah lebih solid, menghadirkan kepengurusan yang aktif, bertanggung jawab, serta konsisten memperjuangkan kepentingan buruh secara bermartabat dan berkelanjutan.

[ Angki /** ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *