MANADO, CorongMasyarakat.com — Di tengah dinamika yang terjadi di tingkat pusat, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus menegaskan komitmennya untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan sesuai ketentuan. Ia menekankan bahwa kepentingan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama.
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menyatakan, pelaksanaan Program MBG di daerah tidak boleh terhenti hanya karena adanya persoalan yang tengah bergulir di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN). Menurut dia, program strategis nasional tersebut menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas gizi.
“Program ini menyentuh langsung masyarakat. Karena itu, pelaksanaannya di daerah harus tetap berjalan sesuai aturan dan arahan pemerintah pusat,” ujar Yulius di Manado, Kamis (4/6/2026).
Ia menilai, dinamika yang terjadi di tingkat pusat, termasuk pergantian pejabat di BGN, merupakan bagian dari proses pembenahan kelembagaan. Hal itu, menurut dia, justru menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola program agar lebih transparan dan akuntabel.
Yulius juga mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah hingga ke tingkat bawah untuk tetap fokus pada pelayanan kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik melalui kerja nyata yang berdampak langsung.
“Kita di daerah tetap bekerja seperti biasa, mengikuti ketentuan yang ada. Yang terpenting adalah manfaat program ini bisa dirasakan masyarakat Sulawesi Utara,” katanya.
Lebih lanjut, ia memastikan pemerintah provinsi siap bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mendukung keberlanjutan program MBG. Langkah ini sejalan dengan komitmen Sulawesi Utara untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang baik.
Sikap tegas dan konsisten Gubernur Yulius Selvanus tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Masyarakat menilai, kepemimpinan yang mengedepankan stabilitas dan kepastian program menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan pembangunan di daerah.
Dengan komitmen tersebut, Sulawesi Utara diharapkan tetap menjadi daerah yang sigap, adaptif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat di tengah berbagai tantangan yang muncul.
(Om Lole)












