Guncangan di Balik Mimbar: Ketika 60 Pendeta Menuntut Pjs Mundur, Gereja Didera Badai dari Dalam

Berita, GMIM, Tomohon9936 Dilihat

Sebuah ironi di bawah bayang salib — ketika para gembala bersuara keras, dan rumah Tuhan berubah menjadi ruang tuntutan.

MANADO | CorongMasyarakat.com —Gelombang getar itu akhirnya tiba, mengguncang altar pelayanan GMIM. Bukan karena bencana alam, tapi karena badai dari dalam tubuh gereja sendiri. Sekitar enam puluh Ketua BPMW — para pendeta, penggembala, dan penatua wilayah — kini menandatangani pernyataan terbuka menuntut Pjs Pdt. Adolf Wenas untuk mundur dari jabatan.

Dari Pdt. Yani Rende selaku Plt, hingga sederet nama lainnya seperti:
Pdt. Yani Rende Pdt. Anita Pontonuwu
Pdt. Gerit Sigarlaki Pdt. Ester Assa
Pdt. Maxi Mantow Pdt. Nixon Lumi
Pdt. Dolfie Mewengkang Pdt. Novita Lontoh
Pdt. Henny Saroinsong Pdt. Denny Tumbelaka
Pdt. Lisbeth Rombot Pdt. Willy Rorong
Pdt. Hengky Rompas Pdt. Grace Sumolang
Pdt. Frits Ponto Pdt. Meike Londah
Pdt. Dolfie Mamesah Pdt. Jeane Wenas
Pdt. Irsan Pangkey Pdt. Olga Kumaat
Pdt. Yuliana Lapian Pdt. Rudi Kairupan
Pdt. Jopie Sumendap Pdt. Fenny Watulingas
Pdt. Iven Lompoliuw Pdt. Merry Mokodompis
Pdt. Jefri Rorimpandey Pdt. Elsye Liando
Pdt. Fredy Sumolang Pdt. Novi Mangangoy
Pdt. Johan Ticoalu Pdt. Nindy Langi
Pdt. Meity Montolalu Pdt. Ruth Tendean
Pdt. Vence Tumalun Pdt. Sanny Saroinsong
Pdt. Yonatan Lengkong Pdt. Lusia Pangemanan
Pdt. Otniel Langi Pdt. Merry Sambul

(Daftar di atas hanya sebagian dari total ±60 nama yang menandatangani pernyataan tersebut. Redaksi masih menelusuri daftar lengkapnya sesuai dokumen yang beredar di internal sinode GMIM.)

Daftar itu beredar cepat di ruang publik, menyalakan tanya: apakah ini panggilan nurani, atau cermin kegelisahan yang tak lagi tersembunyi?

Namun di sisi lain, dukungan terhadap Pjs Wenas juga mengalir tak kalah deras. Dari barisan pendeta yang menolak gerakan ini

Pdt. Lucky Rumopa,
Pdt. Billy Johanes,
hingga Pdt. Boy Mokosuli —
muncul suara tegas bahwa gereja bukan arena intrik, melainkan rumah pengabdian.

“Pelayanan tidak bisa diukur dari siapa yang berkuasa, tapi siapa yang mau melayani,” begitu suara yang bergema di antara barisan pendeta yang memilih berdiri di sisi Pjs dan BPMS GMIM.

Kini, GMIM seolah terbelah antara dua tafsir: di satu sisi mereka yang menuntut keadilan dalam sistem; di sisi lain, mereka yang menyerukan kesetiaan pada tatanan sinodal.

Di tengah pusaran itu, publik menyaksikan pertarungan narasi — bukan antara kebenaran dan kesalahan, tapi antara ego dan hikmat. Gereja kini diuji: apakah mampu menjaga terang di tengah percikan bara yang menyala di balik mimbar?

Sebab sejarah gereja selalu berbisik satu hal yang pasti — dalam setiap guncangan rohani, hanya kasih yang mampu memulihkan luka.

[ Om Lole ]

Catatan Redaksi:
Sampai berita ini diturunkan, Redaksi CorongMasyarakat.com belum memperoleh tanggapan resmi dari pihak terkait. Redaksi memberikan ruang hak jawab dan klarifikasi bagi semua pihak yang disebut, sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *