Menanam Asa di Amurang Barat: Saat Mini Lokakarya Stunting Menjadi Gerakan Nurani

Antara kebijakan dan kepedulian, pemerintah Kecamatan Amurang Barat bersama tenaga kesehatan meneguhkan langkah nyata menurunkan angka stunting.


MINSEL, CorongMasyarakat.com ━ Di Balai Penyuluh KB Kecamatan Amurang Barat, udara Minahasa Selatan, Senin (10/11/2025), terasa lain. Ada denyut harapan yang bergetar di ruang itu—bukan sekadar forum birokrasi, tapi perjumpaan nurani antara pemimpin dan pelayan masyarakat. Mini Lokakarya Stunting Tahap 3 menjadi lebih dari sekadar agenda rutin; ia menjelma sebagai medan refleksi tentang bagaimana pemerintah hadir di akar persoalan rakyatnya. Hadir dalam kegiatan ini Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H. (FDW), bersama jajaran seperti Kapolsek, Danramil, Camat Amurang Barat, Kadis PPKB, dan para tenaga kesehatan lintas sektor.

Ket foto: Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, S.H., bersama Kapolsek, Danramil, Camat Amurang Barat, Kadis PPKB, serta dr. Susy Kandow selaku Kepala Puskesmas Amurang Barat, menghadiri Mini Lokakarya Stunting Tahap 3 di Balai Penyuluh KB Kecamatan Amurang Barat. (Foto: istimewa)

Namun yang paling mencuri perhatian adalah sosok dr. Susy Kandow, Kepala Puskesmas Amurang Barat, yang tampil bukan hanya sebagai pembicara, tetapi sebagai suara empati yang menyala dalam kesederhanaan. Dengan tutur ilmiah namun menyentuh, ia mengurai pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mencegah stunting, seraya mengingatkan bahwa “setiap anak yang tumbuh sehat adalah wajah masa depan Minahasa Selatan.” Di antara data dan diskusi, terselip makna: bahwa pembangunan sejati dimulai dari rahim kehidupan—dari seorang ibu yang kuat, bayi yang sehat, dan pemimpin yang mau mendengar.

[ Don ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *