MANADO, CorongMasyarakat.com — Nilai pelayanan gereja yang hidup dan menyentuh kembali tampak dalam aksi nyata pelayan khusus GMIM Bethel Winangun, yang hadir memberi penguatan rohani kepada jemaat yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.III Manado. Senin, (6/7/2026).
Dalam suasana yang sederhana namun penuh makna, Pdt. Ibu Nofraine H. Korua, S.Teol, bersama Penatua Bpk. Herry Rindengan dan Diaken Ibu Jacqueline Malonda dari Jemaat Kolom 3, melaksanakan pelayanan doa dan pujian bagi Ny. Merlina Novita Rumagit yang sementara dirawat di ruang VIP Freesia 3.

Ket foto : Pdt. Ibu Nofraine H. Korua, S.Teol bersama Penatua Bpk. Herry Rindengan dan Diaken Ibu Jacqueline Malonda saat menyanyikan pujian sebelum memimpin doa bagi Ny. Merlina Novita Rumagit di ruang VIP Freesia 3 RS Bhayangkara Manado, sebagai bagian dari pelayanan rohani GMIM Bethel Winangun. (Foto: CorongMasyarakat.com)
Kehadiran tersebut menghadirkan suasana teduh di ruang perawatan. Lantunan pujian dan doa yang dinaikkan tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga sumber kekuatan bagi pasien dan keluarga yang sedang menghadapi pergumulan.
Pelayanan seperti ini mencerminkan nilai kehidupan jemaat mula-mula dalam Perjanjian Baru, sebagaimana tertulis dalam Kisah Para Rasul 2:47, “Mereka memuji Allah dan disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” Semangat kebersamaan, kepedulian, dan kasih yang saling menguatkan menjadi bagian penting dari kehidupan bergereja yang terus dirawat hingga kini.
Pdt. Ibu Nofraine H. Korua, S.Teol menyampaikan bahwa pelayanan seperti ini merupakan bagian dari panggilan iman yang harus terus dijalankan.
“Sebagai pelayan Tuhan, kami terpanggil untuk hadir, mendoakan, dan menguatkan jemaat dalam setiap kondisi. Ini adalah bagian dari pelayanan kasih, agar setiap jemaat merasakan bahwa Tuhan selalu menyertai mereka,” ujarnya.
Senada dengan itu, Penatua Bpk. Herry Rindengan menuturkan bahwa kehadiran pelayan khusus di tengah jemaat merupakan bentuk tanggung jawab iman yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
“Kami berupaya untuk terus dekat dengan jemaat, bukan hanya dalam sukacita, tetapi juga dalam pergumulan. Kehadiran sederhana ini kiranya dapat menjadi penguatan dan penghiburan,” ungkapnya.
Sementara itu, Diaken Ibu Jacqueline Malonda menekankan pentingnya pelayanan yang dilakukan dengan hati.
“Pelayanan bukan sekadar tugas, tetapi panggilan untuk melayani dengan kasih. Ketika kami datang, kami ingin membawa damai sejahtera dan pengharapan bagi keluarga yang sedang membutuhkan kekuatan,” katanya.
Di sisi lain, Ny. Merlina Novita Rumagit, yang menerima kunjungan tersebut, mengaku sangat tersentuh dan dikuatkan.
“Kehadiran Ibu Pendeta, Ibu Diaken, dan Bapak Penatua yang datang langsung mendoakan kami serta menyanyikan pujian di dalam kamar perawatan ini sungguh menguatkan dan menyentuh hati kami sekeluarga. Di momen ini kami merasakan bahwa Tuhan terus bekerja dan tidak pernah meninggalkan kami,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas pelayanan yang begitu tulus. Ini menjadi penguatan besar bagi kami keluarga dalam menjalani proses ini,” tambahnya.
GMIM Bethel Winangun, yang berada di Kelurahan Winangun Satu, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, terus menunjukkan peran gereja sebagai tempat bertumbuhnya iman sekaligus pusat pelayanan yang hadir di tengah kehidupan jemaat.
Melalui pelayanan yang konsisten dan penuh kasih dari para Pendeta, Penatua, dan Diaken, gereja tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi wadah yang menghadirkan kepedulian nyata, menjangkau setiap jiwa, serta meneguhkan iman di berbagai situasi kehidupan. (Ivan M)












