Reza Rumambi dan Nafas Panjang Sumpah Pemuda: Dari Api Perjuangan ke Bara Pengabdian

Berita, Manado12241 Dilihat

Ketika semangat 1928 menemukan makna barunya di ruang pengabdian rakyat. Dari lorong waktu sejarah, Reza Rumambi menyalakan kembali lentera nasionalisme dalam kerja nyata.

Manado, CorongMasyarakat.com — Udara pagi 28 Oktober 2025 itu terasa berbeda. Seolah ada gema yang merambat dari masa silam—gema dari ruangan sempit di Jalan Kramat Raya, di mana para pemuda 97 tahun silam menulis sejarah dengan tinta keberanian. Kini, gema itu kembali bergetar di hati anak negeri, salah satunya Reza Rumambi, Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi PDI Perjuangan.
Bagi Reza, memperingati Sumpah Pemuda bukan sekadar ritual tahunan dengan pidato dan upacara bendera. Ini adalah napas panjang perjuangan yang harus dihidupkan dalam tindakan: hadir untuk rakyat, berpikir untuk masa depan, dan bekerja dengan hati yang merah-putih.

(Foto: istimewa)

“Semangat Sumpah Pemuda adalah kompas moral dalam setiap keputusan politik,” ujar Reza dalam sebuah refleksi di momentum bersejarah ini. Ia sadar, di tengah derasnya arus digital dan pragmatisme zaman, makna perjuangan mudah larut dalam rutinitas. Namun bagi Reza, api itu tak boleh padam. Karena bagi generasi penerus bangsa, nasionalisme bukan lagi soal berperang di medan tempur, melainkan berjuang di medan pengabdian — melawan kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan sosial.

[ Don ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *