Tragedi Drag Race di Kotamobagu, 8 Orang Tewas dan 9 Luka-luka

KOTAMOBAGU, CorongMasyarakat.com — Kecelakaan tragis terjadi dalam ajang Turnamen Drag Race Kotamobagu Championship 2026 yang digelar di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, Minggu (9/8/2026) sore. Insiden tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia dan sembilan lainnya mengalami luka-luka.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Humas Polres Kotamobagu, AKP Joko Setiyono, mengatakan total korban dalam peristiwa tersebut berjumlah 17 orang. Seluruh korban telah dievakuasi ke dua rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

“Total 17 orang menjadi korban, 8 meninggal dunia, dan 9 lainnya masih menjalani perawatan,” kata Joko, Senin (10/8/2026).

Dari data yang dihimpun, sebanyak 10 korban dilarikan ke RS Monompia. Tiga di antaranya dinyatakan meninggal dunia, sementara tujuh lainnya masih dirawat. Adapun tujuh korban lainnya dibawa ke RSUD Kotamobagu Pobundayan, dengan lima korban meninggal dunia dan dua korban masih menjalani perawatan intensif.

Polisi mencatat delapan korban meninggal dunia sebagai berikut: Harianti Mokoginta (Bilalang 3 Utara), Nilawati Mokodongan (Pontodon Induk), Ali Jojang (Bilalang 4), Lisma Mokoginta (Bilalang 3 Utara), Ali Ponamon (Pontodon Induk), Risna Longkun (Bilalang Baru), Biyo Mokoagow (Bilalang 3), dan Rugaina Manangin (Bilalang 4).

Sementara itu, sembilan korban lainnya masih dirawat, yakni: Hadi Toisi (Pangian Tengah), Murdani Pobela (Bilalang Baru), Muxin Dondo (Pontodon Timur), Arhan Mokoginta (Bilalang 3), Rapiska Mokodongan (Genggulang), Enjelia Lito (Bilalang 3), Prasetio Mokodongan (Pontodon), Johar Mokoginta (Pontodon), dan Rina Longkun (Bilalang Baru).

Kecelakaan terjadi di Jalan AP Mokoginta, Kecamatan Kotamobagu Timur, sekitar pukul 15.50 Wita. Insiden melibatkan mobil dragster yang dikemudikan Tian Ngantung dari tim Mc Joe, yang saat itu tengah mengikuti lomba kelas Free For All (FFA).

Menurut keterangan kepolisian, kendaraan mengalami gangguan saat memasuki garis finis lintasan. Mobil kemudian hilang kendali, oleng ke sisi kiri, menabrak pagar pembatas, dan menghantam sejumlah penonton yang berada di belakang pagar.

“Mobil mengalami masalah saat memasuki titik finis, kemudian keluar jalur dan menabrak penonton,” ujar Joko.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk mengevaluasi aspek teknis kendaraan serta penyelenggaraan dan sistem pengamanan dalam turnamen tersebut.

[Om Lole]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *