Armada Tua Jadi Biang Penumpukan Sampah, Warga Menanggung Bau Busuk Pembiaran
Manado, CorongMasyarakat.com ━ Truk pengangkut sampah yang beroperasi di Kecamatan Malalayang berada dalam kondisi yang tidak layak jalan.
Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan kendaraan dengan usia puluhan tahun masih dijadikan tulang punggung pelayanan kebersihan. Mesin kerap mati di tengah rute, bak pengangkut bocor, dan kapasitas angkut jauh dari standar kebutuhan wilayah.

Ket foto: Diduga Camat Malalayang membiarkan truk sampah rongsokan dengan ban botak dan bak kropos tetap beroperasi di jalan berbukit Winangun. Jalan turunan curam membuat sopir dan pekerja pengangkut sampah berisiko celaka, sementara sampah menumpuk dan pelayanan publik gagal total. (Dok. Corong masyarakat.com)
Meski kondisi ini diketahui camat malalayang, armada tersebut tetap dipaksakan bekerja seolah-olah kerusakan bisa ditutup dengan rutinitas.
Dampaknya terlihat nyata di tingkat kelurahan. Sampah menumpuk berhari-hari tanpa kepastian pengangkutan, jadwal tidak konsisten, dan titik-titik pembuangan berubah menjadi sumber bau menyengat. Lalat dan tikus berkembang tanpa kendali, sementara warga dipaksa beradaptasi dengan kondisi yang seharusnya tidak normal.

Ket foto: Truk sampah tua yang dipaksa bekerja, roda pincang, besi bagian bawah bak terlihat patah dan bocor, menjadi penyebab sampah menumpuk di Kecamatan Malalayang.(Dok.CorongMasyarakat.com)
Masalah ini bukan soal disiplin warga, melainkan kegagalan logistik yang dibiarkan terus berlangsung. Situasi di Malalayang mencerminkan pembiaran sistemik dalam pelayanan publik.
Ketika armada rongsokan terus diandalkan tanpa peremajaan atau solusi nyata, krisis sampah menjadi konsekuensi yang tak terhindarkan. Dalam kondisi ini, bau busuk bukan sekadar dampak lingkungan, tetapi penanda paling jujur dari kegagalan pengelolaan kebersihan.

RAMAH LINGKUNGAN: Di Singapura, sampah dari rumah diangkut menggunakan truk canggih yang dirancang khusus untuk mendukung daur ulang, efisien, dan minim polusi. Sementara di beberapa kota di Indonesia, khususnya di Kecamatan Malalayang, Manado, “mobil sampah” terlihat seperti truk tua yang dipaksa bekerja—roda pincang, besi bawah bak patah dan bocor—hingga menjadi salah satu penyebab sampah menumpuk di kawasan tersebut. (Foto: istimewa)
Selama alat rusak dinormalisasi, pelayanan akan terus jalan di tempat—dan warga tetap menjadi pihak yang menanggung akibatnya.
[ Red ]








![Ket foto: Sangadi Meyti Noya menyerahkan bantuan air mineral kepada warga Wineru, simbol kepedulian yang mengalir tanpa batas. [ Istimewa ]](https://corongmasyarakat.com/wp-content/uploads/2025/11/InShot_20251105_151200010-300x178.jpg)



