Di balik hiruk pikuk pemberitaan, tersingkap wajah lain dari BPJS Ketenagakerjaan Manado—wajah yang berhati-hati, transparan, dan menjunjung tinggi tanggung jawab negara dalam melindungi hak buruh dengan nurani dan integritas.
Manado, CorongMasyarakat.com ━ Sore yang hangat di Jalan 17 Agustus, Kantor BPJS Ketenagakerjaan Manado tampak lebih hidup dari biasanya. Di ruang pelayanan publik, suasana dialog terbuka antara pihak BPJS dan media CorongMasyarakat.com terasa penuh empati dan profesionalitas. dr. Maulana Anshari Siregar, MKM, AAAK, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Manado yang baru beberapa hari menjabat, menyambut langsung redaksi dengan sikap terbuka dan menjelaskan duduk perkara kasus almarhum Valen Steward Rorong dengan tenang namun tegas.
“Kami memahami rasa duka keluarga. Namun karena almarhum baru didaftarkan satu hari sebelum meninggal dan dalam kondisi sakit, maka sesuai prinsip kehati-hatian dan peraturan perundang-undangan, kami wajib melakukan verifikasi mendalam. Kami mengelola keuangan negara, dan setiap rupiah harus dipastikan tepat sasaran,” ujar dr. Maulana dengan nada tanggung jawab yang kuat.
Dari pertemuan itu, tergambar jelas betapa BPJS Ketenagakerjaan Manado tidak abai—justru berhati-hati. Bersama Kabid Pelayanan Ibu Riri, pihak kantor memastikan bahwa proses pencairan untuk ahli waris almarhum akan dilakukan Jumat, 14 November 2025, setelah seluruh berkas dinyatakan lengkap dan sah. Dalam kesempatan tersebut, dr. Maulana juga menyampaikan apresiasi kepada media CorongMasyarakat.com yang telah menjadi jembatan informasi publik dan membuka ruang klarifikasi yang sehat.
“Kami berterima kasih kepada media yang telah menjadi kontrol sosial dengan cara yang santun dan profesional. Komunikasi seperti ini kami harapkan berlanjut sebagai kemitraan strategis demi pelayanan publik yang lebih baik,” tuturnya.
Ada masa di mana publik perlu belajar memandang lebih dalam dari sekadar berita di permukaan. Bahwa di balik setiap keterlambatan, kadang tersimpan kehati-hatian yang menjaga agar keadilan tidak salah alamat. BPJS Ketenagakerjaan Manado bukan sekadar institusi birokrasi—ia adalah rumah tanggung jawab dan nurani publik yang bekerja senyap namun pasti.
dr. Maulana Anshari Siregar, MKM, AAAK, tampil sebagai sosok pemimpin muda yang berani mengambil alih tanggung jawab, meski baru lima hari menjabat. Ketegasannya berpadu dengan empati, meneguhkan keyakinan bahwa pelayanan publik bukan sekadar rutinitas, melainkan panggilan moral.
Pertemuan sore itu bukan sekadar audiensi, melainkan sebuah peristiwa kecil yang menumbuhkan kembali trust publik: bahwa media dan lembaga negara bisa berjalan dalam satu garis nurani—mengabdi pada kemanusiaan dan keadilan sosial.
[ Don ]












