BWS dan Hutama Karya Klarifikasi Isu Proyek Irigasi, Tegaskan Pekerjaan Sesuai Standar dan Tersebar di Sejumlah Titik

SULUT, CorongMasyarakat.com ━ Beredarnya informasi di media sosial yang menyebut proyek irigasi di Minahasa Selatan bernilai miliaran rupiah terbengkalai mendapat tanggapan resmi dari pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) bersama pelaksana kegiatan, Hutama Karya. Klarifikasi ini disampaikan guna meluruskan berbagai persepsi yang berkembang di tengah masyarakat.

Manager Hutama Karya Sulawesi Utara, Alvin, kepada CorongMasyarakat.com menjelaskan bahwa informasi terkait anggaran sebesar Rp7 miliar tidak tepat jika dikaitkan hanya dengan satu lokasi pekerjaan. Ia menegaskan bahwa anggaran tersebut merupakan total untuk sejumlah titik pekerjaan irigasi yang tersebar di beberapa wilayah di Sulawesi Utara, termasuk di dalamnya Minahasa Selatan.

Lebih lanjut, Alvin menyampaikan bahwa pelaksanaan pekerjaan di lapangan telah mengikuti mekanisme dan standar teknis yang berlaku. Terkait isu pekerjaan yang disebut hanya “sulam tambal”, ia memastikan bahwa metode yang digunakan merupakan bagian dari pendekatan teknis sesuai kebutuhan kondisi lapangan, bukan pekerjaan asal-asalan seperti yang dispekulasikan.

Mengenai penggunaan material, pihak Hutama Karya menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan dan pemanfaatan material telah menjadi tanggung jawab pihak subkontraktor yang ditunjuk secara resmi, serta tetap berada dalam pengawasan sesuai ketentuan. Bahkan, kualitas pekerjaan disebut telah melalui tahapan pengujian laboratorium guna memastikan mutu sesuai standar yang ditetapkan.

Pihak BWS dan Hutama Karya juga menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas pekerjaan infrastruktur yang bersumber dari APBN, sebagai bagian dari upaya mendukung program pembangunan nasional di sektor sumber daya air.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami kondisi sebenarnya di lapangan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Transparansi dan akuntabilitas tetap menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan kegiatan, demi memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat luas.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *