Di tengah sorotan publik, satu langkah tegas justru mencuri perhatian—Wenny Lumentut memilih membangun, bukan sekadar menjawab polemik.
SULUT, CorongMasyarakat.com – Pengusaha Wenny Lumentut menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong kemajuan daerah dengan menyiapkan kawasan Gunung Tatawiran, Desa Agotey, sebagai destinasi agrowisata terpadu. Proyek ini dipastikan telah mengantongi dokumen lingkungan berupa SPPL serta memenuhi aspek K3L, sekaligus melalui sistem perizinan OSS. Langkah ini dinilai sebagai bentuk keseriusan dalam menghadirkan pembangunan yang taat aturan dan berkelanjutan.
Melalui konsep yang memadukan sektor pertanian, olahraga, dan edukasi, kawasan seluas 5 hektar itu akan diisi ribuan tanaman produktif seperti durian, kopi, dan cengkih, serta fasilitas paralayang dan penginapan. Kehadiran ruang bagi pelaku UMKM lokal menjadi nilai tambah yang memperkuat dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Inisiatif ini mendapat apresiasi karena mampu mengubah lahan tidur menjadi sumber pertumbuhan baru tanpa merusak lingkungan sekitar.
Tak hanya fokus pada pembangunan, Wenny Lumentut juga menunjukkan kepedulian terhadap stabilitas sosial dengan menghentikan sementara aktivitas pengembangan demi menjaga kondusivitas wilayah. Sikap ini dipandang sebagai bentuk kedewasaan dalam berinvestasi—mengutamakan dialog, menghargai proses pemerintah, serta menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas. Upaya tersebut pun memperkuat citra positif di mata publik dan pemerintah sebagai sosok yang membangun dengan hati dan tanggung jawab.
(*Om Lole)












