Dituding Pukul Orang Tua Atlet, Kadis Dispora Manado Bonyx Saweho: Saya Justru Melerai, Jangan Asal Sebar Informasi!

Manado, Olahraga, SULUT787 Dilihat

MANADO, CorongMasyarakat.com – Informasi tanpa verifikasi kembali menjadi sorotan. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Manado, Bonyx Saweho, membantah tegas tudingan yang menyebut dirinya terlibat melakukan pemukulan dalam keributan usai pertandingan Liga Pelajar di Youth Center Manado, Sabtu (5/9/2026).

Bonyx menegaskan, dirinya justru berada di lokasi untuk meredam situasi dan memisahkan pihak-pihak yang terlibat dalam perkelahian.

Kepada wartawan, Minggu (6/9/2026), Bonyx menjelaskan bahwa persoalan bermula dari protes salah seorang orang tua atlet asal Sangihe terkait piagam penghargaan anaknya.

“Kejadian bermula setelah pertandingan ketika salah seorang orang tua atlet asal Sangihe memprotes terkait persoalan piagam penghargaan anaknya. Selesai pertandingan, ada satu orang tua atlet dari Sangihe yang protes terkait piagam. Katanya dia sudah lama menunggu,” ujar Bonyx.

Menurutnya, ketika persoalan awal terjadi, dirinya sedang berada di lantai dua untuk mengikuti rapat bersama perangkat pertandingan, wasit dan juri. Karena itu, Bonyx mengaku tidak melihat langsung bagaimana persoalan tersebut bermula.

Setelah turun, Bonyx mengaku didatangi orang tua atlet tersebut. Ia kemudian mencoba menanyakan persoalan yang sedang dipermasalahkan.

“Saya kenal yang bersangkutan, makanya saya menyapa dan bertanya ada apa. Katanya piagam anaknya tidak ada dan tidak diberikan,” jelasnya.

Bonyx kemudian meminta persoalan administrasi piagam tersebut dicek kepada pegawai yang menangani.

“Saya jawab, kalau piagam tunggu dulu. Saya mau cek ke pegawai, nanti disuruh print,” ungkapnya.

Namun, situasi kemudian memanas. Bonyx menyebut orang tua atlet tersebut terus menyampaikan protes sambil merokok. Seorang kemudian menegur agar rokok dimatikan saat sedang berbicara dengan dirinya.

Menurut Bonyx, teguran tersebut justru memicu emosi hingga akhirnya terjadi keributan dan perkelahian.

Di tengah situasi tersebut, Bonyx menegaskan dirinya tidak melakukan pemukulan. Ia mengaku justru turun tangan untuk menghentikan perkelahian.

“Ketika terjadi perkelahian, saya langsung melerai. Saya memisahkan perkelahian itu. Jadi bukan saya memukul,” tegasnya.

Bonyx juga membantah keras informasi yang menyebut dirinya melakukan pemukulan. Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru mempercayai informasi yang belum melalui proses verifikasi.

“Bagaimana saya memukul, sedangkan yang bersangkutan saya kenal. Jadi keliru statemen yang mengatakan saya memukul. Di video saja tidak ada saya memukul. Jadi jangan menyebar hoax,” tegas Bonyx.

Fakta Harus Didahulukan

Polemik tersebut menjadi pengingat bahwa sebuah informasi, terlebih yang menyangkut nama baik seseorang, tidak boleh dilempar begitu saja ke ruang publik tanpa verifikasi.

Media maupun masyarakat memiliki tanggung jawab untuk membedakan antara tuduhan, keterangan pihak yang terlibat, rekaman visual, dan fakta yang telah terkonfirmasi.

Informasi yang belum terverifikasi tidak boleh dipaksakan menjadi sebuah kebenaran.

Bonyx berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi informasi yang menyesatkan dan meminta seluruh pihak mengedepankan fakta serta menjaga suasana tetap kondusif dalam setiap kegiatan olahraga.

Di tengah derasnya arus informasi, satu prinsip tidak boleh ditawar: cek fakta sebelum bicara, verifikasi sebelum memberitakan, dan jangan menjadikan dugaan sebagai kebenaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *