Dialog Kasih Forum Diskusi GMIM Bersama BPMS GMIM Jadi Titik Balik Persatuan Gereja — Dukungan Penuh dari Panji Yosua, Jemaat, dan Para Pendeta
CorongMasyarakat.com ▬ Tomohon sore itu menyimpan getar rohani yang tak biasa. Udara sejuk dari lereng Lokon seolah ikut menyaksikan bagaimana kasih dan kebijaksanaan berpadu di satu meja dialog. Kantor Sinode GMIM di Talete II bukan sekadar bangunan megah, melainkan altar kebersamaan, tempat sejarah menulis bab barunya.
Di ruang yang hangat oleh semangat pelayanan itu, Dialog Kasih Forum Diskusi GMIM bersama BPMS GMIM berlangsung dengan teduh dan penuh rasa saling menghargai.
Pdt. Dr. Adolf K. Wenas, M.Teol, tampil tenang dan berwibawa, disambut dukungan bergelora dari Panglima Panji Yosua James Sumendap, SH, MH, para staf Panji Yosua, barisan pendeta, serta jemaat GMIM yang hadir dengan wajah penuh harap dan doa. Semua mata tertuju pada satu hal: menjaga kesakralan rumah iman bernama GMIM.

Ket foto: Pdt. Dr. Adolf K. Wenas M.Teol, Pjs Ketua BPMS GMIM, menerima dukungan dan doa dari Forum Diskusi GMIM dalam suasana penuh kasih dan kebersamaan di Kantor Sinode GMIM, Tomohon. (Dok.Corong masyarakat.com)
“GMIM harus dijaga kesakralannya,” tegas Panglima James Sumendap dengan suara berat namun bergetar oleh ketulusan. Ia menyerukan agar BPMS GMIM bersatu, menanggalkan kepentingan pribadi, dan kembali kepada panggilan pelayanan sejati.
“Lepaskan kepentingan diri. Ingat, kalian dipilih bukan untuk mencari kehormatan, tetapi untuk memulihkan gereja ini,” ujarnya di hadapan forum.
Nada suaranya bukan perintah, melainkan seruan nurani — panggilan moral bagi setiap pelayan Tuhan untuk menegakkan kembali marwah gereja yang telah menjadi warisan iman di Tanah Minahasa.
Sementara itu, Pnt. Franklin Sinjal, SH, MH, selaku Kepala Staf Panji Yosua P/KB Sinode GMIM, menambahkan dengan nada jernih dan teduh, “Kami berharap BPMS dapat berjalan damai tanpa riak. Biarlah organisasi ini kembali jujur dan tertuntun oleh tangan Tuhan.”

Pada momentum yang penuh makna itu, kwartet BPMS GMIM — Pdt. Adolf Wenas, Pnt. Recky Montong, Pnt. Yuddi Robot, dan Dkn. Windy Lucas — menerima pernyataan sikap tertulis dari Panglima Panji Yosua dan rombongan. Dukungan tersebut meneguhkan keputusan Rapat BPMS tanggal 27 Oktober 2025 yang menetapkan Pdt. Wenas sebagai Penjabat Sementara Ketua BPMS GMIM.
“GMIM adalah rumah kita bersama, mari berjalan bersama,” tutur lembut Pdt. Wenas dengan tatapan penuh makna. Ucapannya menggema seperti doa yang menyentuh hati jemaat. Ia mengajak seluruh warga GMIM memelihara kasih, kerendahan hati, dan kesatuan dalam menghadapi perbedaan.
“Ingatlah, gereja Tuhan bukan kapal pesiar di laut tenang, melainkan kapal penyelamat yang diuji badai. Air yang masuk bukan tanda tenggelam, melainkan panggilan untuk mengayuh lebih kuat,” ujarnya, disambut tepuk tangan panjang dari peserta dialog.
Sementara itu, Pnt. Recky Montong, M.Th, Wakil Ketua BPMS GMIM Bidang Data, Informatika dan Litbang, menyampaikan pesan menyejukkan bagi seluruh jemaat.
“Acara hari ini menjadi tanda bahwa kasih Tuhan masih bekerja di tengah kita. Mari kita terus berjalan dalam kasih, saling menopang, dan mendukung bersama agar GMIM tetap berdiri teguh sebagai rumah iman yang menyatukan. Dalam kasih dan damai, kita menatap masa depan gereja ini dengan harapan baru,” ujarnya dengan tenang dan bijaksana.
Hari itu, GMIM bukan sekadar nama gereja — ia menjelma menjadi roh persaudaraan yang kembali menyala. Sebuah simbol bahwa di tengah riak dan badai, kasih Kristus tetap menjadi jangkar, dan persatuan umat tetap menjadi mercusuar yang menerangi perjalanan iman di Tanah Minahasa.
[ Don ]






