SULUT, CorongMasyarakat.com – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian menyetujui penambahan alokasi bibit jagung seluas 15 ribu hektare untuk Provinsi Sulawesi Utara. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam mendorong peningkatan produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, tambahan alokasi tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan produksi pangan nasional, khususnya komoditas jagung yang memiliki peran penting bagi kebutuhan konsumsi dan industri. “Penambahan 15 ribu hektare ini kita dorong agar Sulawesi Utara bisa meningkatkan produksi jagung secara signifikan. Kita ingin petani semakin produktif dan kesejahteraan mereka ikut meningkat,” ujar Amran, Jumat (1/5).
Persetujuan tersebut tidak terlepas dari koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong perluasan areal tanam. Program ini juga diarahkan untuk mempercepat pencapaian target swasembada pangan serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dalam kunjungannya ke Manado, Menteri Pertanian didampingi Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Viktory Mailangkay. Selain meninjau sektor pertanian, Amran juga dijadwalkan menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) HIPMI Sulawesi Utara yang berlangsung di Swiss-Belhotel Manado.
Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan ekonomi daerah. Pemerintah, lanjut Amran, akan terus memberikan dukungan melalui penyediaan benih, pendampingan, serta program lain guna memastikan optimalisasi lahan berjalan maksimal.
Sebelumnya, bantuan benih jagung telah disalurkan di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas petani. Dengan tambahan alokasi ini, pemerintah optimistis produksi jagung di daerah akan meningkat dalam waktu dekat.
Selain memperkuat ketahanan pangan, kebijakan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan hasil produksi dan nilai ekonomi komoditas jagung. Langkah tersebut sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi di Sulawesi Utara.
[Nov]*






