Air Mati Seharian, Warga Jambore Winangun Kelimpungan: PDAM Diminta Tak Sekadar Umumkan Gangguan, Tapi Hadirkan Solusi

MANADO, CorongMasyarakat.com — Gangguan suplai air bersih kembali dikeluhkan warga. Kali ini, warga yang bermukim di kawasan Jambore, Winangun, Manado, mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan dasar setelah pasokan air dari PDAM terhenti sejak Selasa (6/10/2026) siang hingga malam hari.

Kondisi tersebut membuat sejumlah warga, termasuk penghuni kos-kosan di kawasan Jambore, mulai kelimpungan. Air dibutuhkan bukan hanya untuk mencuci dan memasak, tetapi juga untuk kebutuhan mendesak seperti mandi, mencuci peralatan makan hingga buang air besar dan kecil.

“Bukan hanya mau cuci piring atau peralatan dapur. Kami malam ini mau buang air besar, tidak tahu harus cebok dan siram dengan apa karena air mati. PDAM harusnya kasih solusi dan bantuan air, suplai dikirim ke Jambore Winangun, jangan hanya kasih pengumuman,” keluh salah satu warga.

Sebelumnya, PDAM Wanua Wenang Manado melalui pengumumannya menyebut pelayanan air dari IPA Pancuran IX belum maksimal akibat adanya perbaikan pipa berdiameter 400 milimeter di kawasan Ranotana Weru. Gangguan tersebut berdampak pada sejumlah wilayah, yakni Winangun, Jambore, Malalayang Indah, Batu Kota, Allandrew, Kleak, Perum Palm Winangun dan Karombasan.

Permintaan maaf atas ketidaknyamanan memang telah disampaikan PDAM. Namun, persoalan yang kini patut mendapat perhatian adalah langkah penanganan di lapangan ketika gangguan berlangsung hingga berjam-jam dan warga mulai kehilangan cadangan air.

Sorotan pengawasan
Gangguan teknis bisa saja terjadi dalam pelayanan jaringan air. Namun, ketika air menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, pemberitahuan gangguan semestinya tidak berhenti pada pengumuman. PDAM perlu memastikan ada langkah mitigasi, terutama bagi wilayah yang mengalami gangguan berkepanjangan dan warga yang sudah kehabisan persediaan air.

Warga Jambore Winangun kini mempertanyakan, ke mana mereka harus mencari air untuk kebutuhan paling mendasar malam ini? Apakah PDAM hanya akan meminta warga menunggu sampai perbaikan selesai, atau ada langkah konkret berupa suplai air darurat ke kawasan terdampak?

Pertanyaan ini layak dijawab secara terbuka oleh PDAM Wanua Wenang Manado, sekaligus menjadi perhatian Pemerintah Kota Manado sebagai pihak yang memiliki fungsi pengawasan terhadap pelayanan publik.

Sebab, air bersih bukan sekadar urusan kenyamanan. Bagi warga yang sudah kehabisan air, ini menyangkut kebutuhan dasar dan sanitasi.

(Om Lole)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *