Stok Beras Tembus 5 Juta Ton, BULOG Perkuat Fondasi Ketahanan Pangan Nasional

Berita, Bitung, BULOG, SULUT666 Dilihat


Bitung, CorongMasyarakat.com _ Perum BULOG mencatat capaian bersejarah dengan total stok beras nasional menembus 5 juta ton, menandai penguatan signifikan dalam pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Data per Kamis (23/04/2026) menunjukkan stok mencapai 5.000.198 ton, tertinggi sejak lembaga ini berdiri.

Direktur Utama Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, capaian tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan representasi kehadiran negara dalam menjamin akses pangan masyarakat. “Pencapaian ini menjadi fondasi kuat untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan, sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh akses pangan yang cukup dan terjangkau,” ujarnya saat mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam inspeksi lapangan.

Apresiasi turut disampaikan Menteri Pertanian atas konsistensi dan kerja keras seluruh jajaran Perum BULOG dalam memperkuat cadangan beras nasional. Keberhasilan ini ditopang oleh optimalisasi penyerapan gabah petani, penguatan koordinasi lintas sektor, serta dukungan infrastruktur logistik yang luas, dengan lebih dari 1.500 gudang milik sendiri dan 1.200 gudang mitra di seluruh Indonesia.

Di tingkat regional, kinerja serupa tercermin di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo). Di bawah kepemimpinan Ermin Tora, stok beras saat ini mencapai 19.485 ton. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat melalui tambahan distribusi nasional sebesar 46.000 ton, yang dirancang untuk menjaga ketersediaan pangan hingga Februari 2027.

Peran aktif BULOG SulutGo tidak hanya terlihat dari angka ketersediaan, tetapi juga dari upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan distribusi berjalan merata hingga ke masyarakat. Kepemimpinan Ermin Tora dinilai konsisten menjalankan mandat pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menunjukkan kehadiran negara di tengah kebutuhan dasar rakyat.

Dengan cadangan yang terus menguat, BULOG diposisikan sebagai instrumen strategis dalam menjaga stabilitas pangan nasional, termasuk dalam menghadapi potensi krisis, mengendalikan harga, serta mendukung program bantuan pangan pemerintah. Capaian ini menjadi pijakan penting menuju swasembada dan kedaulatan pangan yang berkelanjutan.

[Don*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *