Farner Hanggara dan Nina Rumondor Membuktikan Kasih Tak Pernah Bertanya Soal Agama, Hanya Soal Hati yang Tulus Berbagi
Manado, CorongMasyarakat.com ━ Di tengah gegap gempita perayaan Natal yang identik dengan cahaya dan sukacita, Manado kembali diingatkan bahwa makna kasih sejatinya tak pernah mengenal sekat. Farner Hanggara dan Nina Rumondor, pasangan suami istri berprofesi sebagai jurnalis, menunjukkan bahwa iman tidak menjadi tembok, melainkan jembatan. Keduanya yang merupakan keluarga Muslim dengan penuh keikhlasan membuka pintu rumah dan hati, membagikan bingkisan Natal kepada sahabat-sahabat wartawan Nasrani. Sebuah tindakan sederhana, namun menggetarkan nurani siapa pun yang menyaksikan.

Ket foto: Momen haru saat sahabat-sahabat wartawan Nasrani datang ke rumah Nina Rumondor dan menerima bingkisan Natal dari Farner Hanggara dan Nina, simbol persaudaraan yang hidup di Manado. (Kolase istimewa)
Bagi Farner dan Nina, berbagi bukan soal simbol, melainkan panggilan hati. Mereka meyakini bahwa setiap rezeki yang diterima, ada bagian yang menjadi hak orang lain. Di momen Natal ini, keyakinan itu diwujudkan dalam bentuk kado penuh cinta—bukan untuk pencitraan, tetapi sebagai bukti bahwa persaudaraan lintas iman masih hidup, tumbuh, dan bernapas di Sulawesi Utara. Kehangatan terlihat jelas saat para sahabat wartawan beragama Nasrani datang ke rumah Nina Rumondor, disambut senyum tulus dan pelukan persaudaraan yang menghapus perbedaan.
Apresiasi pun mengalir dari berbagai kalangan. Pemred NyiurNews.com, Novita Rumagit, menyebut Farner dan Nina sebagai sosok inspiratif yang ceria, tegas, dan pantang menyerah dalam dunia jurnalistik, namun lembut dan penuh kasih dalam kehidupan sosial. Hal senada disampaikan Amoy Show, Redaktur Pelaksana CorongMasyarakat.com, yang menilai tindakan ini sebagai edukasi nyata tentang toleransi dan nasionalisme. Tokoh masyarakat Sulawesi Utara, Ventje Pinontoan, menegaskan bahwa hati yang tulus adalah harta paling berharga, dan kisah Farner serta Nina akan terus dikenang sebagai cerita indah tentang jurnalis yang menghidupkan kasih, bukan sekadar menuliskannya.
[ Om Lole ]












![Kepala SMK Negeri 1 Manado, Telly Olivia A. Ticoalu, SPd, MSi, tampil tegas di hadapan media. Dengan bahasa lugas, ia menepis isu keracunan MBG dan menegaskan: program gizi ini tetap aman, sehat, dan bermanfaat bagi setiap siswa. [ Istimewa ]](https://corongmasyarakat.com/wp-content/uploads/2025/10/IMG_20251003_131158-300x178.jpg)